animasi bergerak gif
My Widget
Animasi Naruto
Jefri daniel blogspot Jefri Daniel.blogspot.com: Tarombo Toga Sinaga

Jumat, 30 November 2012

Tarombo Toga Sinaga


Seperti dipercaya bahwa cikal bakal suku Batak berasal dari Sianjur, mula-mula dipusuk buhit di jajaran pegunungan bukit barisan yang memeluk Danau Toba nan indah yaitu Si Raja Batak berasal.

Ibu Si Raja Batak adalah Si Boru Deak Parujar yang diperintahkan dewa tertinggi Debata Mulajadi Nabolon turun ke bumi. 

Si raja Batak mempunyai dua orang putera yaitu:
1. Guru Tatea Bulan
2. Raja Isombaon

Guru Tatea Bula dengan istrinya Si Boru Baso Burning mempunyai lima orang putera:

1. Raja Biak-Biak
2. Tuan Saribu Raja
3. Limbong Mulana
4. Sagala Raja
5. Malau Raja

Dan empat orang puteri:

1. si Boru Pareme
2. Si Boru Antting Sabungan
3. Si Boru Biding Laut
4. Si Boru Nan Tinjo

Sedang Raja Isumbaon mempunyai tiga orang Putera:

1. Tuan Sorimangaraja
2. Raja Asi-asi
3. Sangkar Somarlindong

Semua keturunan Si Raja Batak dapat di bagi kedalam dua golongan besar yaitu turunan Guru Tatea Bulan atau golongan Bulan (kelompok pemberi puteri = pangalapan boru hula-hula) dan keturunan Raja Isumbaon atau golongan Matahari kelompok Boru karena Tuan Sorimangaraja mempersunting dua orang puteri Guru Tatea Bulan.


Kedua golongan ini yaitu golongan Bulan dan Matahari digambarkan didalam bendera Batak (bendera Sisingamangara) dengan gambar bulan dan matahari.


Kepada kedua puteranya Si Raja Batak mewariskan masing-masig satu set buku. Kepada Guru Tatea Bulan Si Raja Batak mewariskaan surat Agong yang berisikan ilmu kedatuan (hadatuan), ilmu kewiraan (Habeguan), ilmu silat (parmonsahon), ilmu kesaktian (pangaliluan).


Sedangkan kepada Si Raja Isombaon Si Raja Batak Mewariskan Surat Tombaga Holing berisikan ilmu ketatanegaraan (ruhut-ruhut ni harajaon), hukum peradilan ( Parahuman), ilmu pertanian (parhaumaon), ilmu perekonomian & perniagaan (pertiga-tigaan), seni ukir (panggorgaon).


Putera sulung Tatea Bulan Si Raja Biak-Biak pergi meninggalkan tanah kelahiranya Si Anjur Mula-mula menuju Tanah Aceh Sehingga didak diketahui keturunannya. Dari putera kedua yaitu Tuan Saribu Raja, Guru Tatea Bulan memperoleh dua orang cucu yaitu:

1. Si Raja Lontung: hasil perkawinannya dengan Boru Pareme
2. Si Raja Bor-bor: hasil perkawinannya denga Nai Mangiring Laut

Selanjutnya si Raja Lontung mempunyai 7 orang putera:

1. Toga Sinaga
1. Toga Situmorang
3. Toga Pandiangan
4. Toga Nainggolan
5. Toga Simatupang
6. Toga Aritonang
7. Toga Siregar

Dan puteranya yang kawin dengan marga Sihombing dan Simamora. Putera Pertama Si Raja Lontung yaitu Sinaga mempunyai 3 orang putera:

1. Si Raja Bonor
2. Si Raja Ompu Ratus
3. Si Raja Uruk

Dan masing-masing puteranya ini mempunyai 3 putera orang:

1. Raja Pande
2. Tiang Nitanga
3. Suhut Ni Huta

Si Raja Ompu Ratus Berputera:

1. Siratus
2. Sitinggi
3. Siongko

Si Raja Uruk berputera:

1. Sihatahutan
2. Sibarita
3. Datuhurung

Salah satu keturunan Toga Sinaga yang terkenal adalah Ompu Palti Raja Keturunan SI Raja Bonor. Dari ketiga Putera Toga Sinaga dan sembilan cucunya maka dikenallah Toga Sinaga dengan sebutan SITOLU OMPU SI SIA AMA.

Biography Toga Sinaga

Sinaga adalah salah satu marga pada suku Simalungun. Pada masyarakat Simalungun, marga Sinaga merupakan bagian dari perkumpulan empat marga besar Sisadapur. Pada versi lain, Sinaga juga dianggap sebagai salah satu marga pada Suku bangsa Batak yang berasal dari Pulau Samosir.

Versi Toba 
Menurut versi Toba, Sinaga adalah satu di antara marga-marga tertua di dalam kumpulan Marga Suku Batak. Dalam cerita masyarakat Batak, Raja Batak memiliki anak yang bernama Guru Tetea Bulan yang menikahi Putri Khayangan dan melahirkan dua anak yaitu Nai Lontungan dan Sumba. Nai Lontungan kemudian memiliki 5 putra yaitu Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, Silau Raja, dan 1 putri yaitu Boru Pareme. Saribu Raja menikahi Boru Pareme dan memiliki keturunan yang diberi nama Si Raja Lontung. Si Raja Lontung menikahi Ibu Kandungnya tadi dan memiliki 4 anak, yaitu Sinaga, Situmorang, Pandiangan dan Nainggolan. Si Raja Lontung kemudian merantau ke Tepian Danau Toba dan menikah dengan Boru Limbong dan memiliki anak 3 anak (Simatupang, Aritonang dan Siregar) dan 2 orang putri yang masing-masing menikah dengan marga Sihombing dan Simamora.

Anak Si Raja Lontung yang pertama yaitu Sinaga memiliki 3 Putra yaitu:
1. Raja Bonor (Sinaga Bonor)
2. Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus)
3. Raja Hasagian (Sinaga Uruk) 

Ketiga anaknya ini kemudian masing-masing memiliki 3 Putra (menurut urutan kelahiran) yaitu: 
1. Raja Bonor (Sinaga Bonor): Raja Pande, Raja Tiang Ditonga dan Raja Suhut Nihuta.
2. Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus): Raja Ratus Magodang, Raja Sitinggi, Raja Siongko.
3. Raja Hasagian (Sinaga Uruk): Raja Guru Hatahutan, Raja Barita Raja, Raja Datu Hurung.

Berdasarkan silsilah diataslah maka di Marga Sinaga terdapat sebuah Istilah yaitu Si Sia Ama, Si Tolu Ompu yang berarti "memiliki Sembilan Bapak dan Tiga Ompu(kakek)". 

Dalam perkembangannya Keturunan Sinaga merantau ke seluruh wilayah Tanah Batak, hal tersebut mengakibatkan terciptanya marga-marga baru (sub Marga) Sinaga, namun marga-marga baru tersebut tetap meyakini bahwa leluhur mereka adalah Sinaga. Adapun Marga-Marga tersebut antara lain Parangin-angin (Karo). 

Versi Simalungun

Menurut versi Simalungun, Sinaga menjadi salah satu dari 4 marga asli suku Simalungun saat terjadi “Harungguan Bolon" (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar (Raja Nagur, Raja Banua Sobou, Raja Banua Purba, Raja Saniang Naga) untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh). 

Keturunan dari Raja Saniang Naga di atas adalah marga Sinaga di Kerajaan Tanah Jawa, Batangiou di Asahan. Saat kerajaan Majapahit melakukan ekspansi di Sumatera pada abad XIV, pasukan dari Jambi yang dipimpin Panglima Bungkuk melarikan diri ke kerajaan Batangiou dan mengaku bahwa dirinya adalah Sinaga. Menurut Taralamsyah Saragih, nenek moyang mereka ini kemudian menjadi raja Tanoh Djawa dengan marga Sinaga Dadihoyong setelah ia mengalahkan Tuan Raya Si Tonggang marga Sinaga dari kerajaan Batangiou dalam suatu ritual adu sumpah (Sibijaon).

Beberapa sumber mengatakan bahwa Sinaga keturunan raja Tanoh Djawa berasal dari India, salah satunya adalah menurut Tuan Gindo Sinaga keturunan dari Tuan Djorlang Hatara. Beberapa keluarga besar Partongah Raja Tanoh Djawa menghubungkannya dengan daerah Naga Land (Tanah Naga) di India Timur yang berbatasan dengan Myanmar yang memang memiliki banyak persamaan dengan adat kebiasaan, postur wajah dan anatomi tubuh serta bahasa dengan suku Simalungun dan Batak lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar